Selasa, 03 Januari 2012

tantangan perguruan tinggi komputer di era reformasi


Dalam 20 tahun terakhir ini, kita melihat perkembangan TI yang cukup pesat di Indonesia. Dimulai kebijakan pemerintah tahun 1988 yang mendukung berdirinya bank perkreditan rakyat (BPR).
Seiring dengan perkembangan BPR, secara tidak langsung juga mendukung perkembangan industri TI. Pertumbuhan TI waktu itu selalu double digit atau bahkan diatas 100% per tahun. Bahkan beberapa perusahaan melaporkan pertumbuhan diatas 500% per tahun. Perkembangan ini terus mencapai puncaknya sampai akhir tahun 2001. Setelah tahun 2001 perkembangan TI di Indonesia relatif menurun dan kembali pada pertumbuhan yang wajar sekitar 20-30% per tahun.

Perkembangan TI yang relatif menurun secara tidak langsung juga mempengaruhi jumlah mahasiswa yang mengambil mata kuliah TI. Sejak tahun 2004, statistika di banyak universitas melaporkan jumlah mahasiswa TI yang terus menurun, walaupun dibeberapa universitas lain melaporkan terjadinya peningkatan jumlah mahasiswa TI.

Ada beberapa pakar yang berpendapat sebenarnya bukan jumlah minat mahasiswa TI yang berkurang, tetapi jumlah mereka terserap di fakultas lain yang notabene kandungan TInya juga cukup tinggi. Beberapa komentar dari mahasiswa TI yang mengatakan bahwa desain mata kuliah TI itu terlalu padat, abstrak dan sulit diaplikasinya. Hal ini ada benarnya bila kita lihat desain mata kuliah TI di luar negeri biasanya tidak seberat mata kuliah TI yang kita tawarkan ke mahasiswa kita. Menurut pendapat mereka wajar saja kalau peminatnya berkurang dan berpindah ke jurusan lain yang lebih ‘masuk akal’ bagi mereka. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa penurunan tren mahasiswa TI disebabkan karena mata kuliah yang diajarkan ke mahasiswa tidak up to date alias kadaluarsa, sehingga setelah luluspun mahasiswa tetap harus belajar lagi dari nol. Bagi mereka, lulusan TI tidak seperti lulusan disiplin lain yang dapat langsung mempraktekkan ilmunya. Kesemua kenyataan diatas mungkin merupakan faktor penyebab menurunnya minat mahasiswa untuk mendaftar di fakultas TI. Terlepas dari semua alasan yang dipaparkan diatas, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa permintaan pasar terhadap sarjana komputer (S.Kom) masih tetap tinggi.http://qurotaainitnnr07.blogspot.com/2009/03/tantangan-perguruan-tinggi-komputer-di_18.html

0 komentar:

Poskan Komentar