Rabu, 11 Januari 2012

Bagian bagian CPU (Central Processing Unit)

Central Processing Unit jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti Unit Pengolah Pusat. Di dalam CPU terdapat berbagai macam perangkat keras yang diperlukan untuk menjalankan komputer. Nah untuk mengetahui perangkat keras apa saja yang biasanya terdapat pada CPU, silahkan baca artikel ini selanjutnya.

Apa saja isi CPU ?

Harddisk


Gambar disamping disebut dengan Harddisk drive (HDD). Alat ini merupakan tempat menyimpan data pada CPU. Jika hardisk dibuka, maka di dalamnya terlihat piringan logam sebagai tempat menulis data. Kecepatan putarannya bervariasi. Ada yang 5400 putaran per menit bahkan ada yang sampai 7200 putaran per menit. Kemampuan sebuah hardisk biasanya ditentukan oleh banyaknya data yang bisa disimpan. Besarnya bervariasi, ada yang 1,2 Gigabyte (GB) hingga 80 GB. Satu GB sama dengan 1000 Megabyte, sedangkan 1 Megabyte sama dengan 1000 Kilobyte. Sangat besar kan ? Kita bisa menyimpan semua data kita pada hardisk ini

Floppy Disk Drive


Floppy disk drive adalah alat untuk membaca atau menulis pada sebuah disket. Beberapa tahun lalu, masih banyak orang yang menggunakan floppy disk berukuran 5 1/4 inchi (disket besar), yang menyimpan data sebanyak 700 Kilobyte. Saat ini disket besar sudah digantikan dengan disket kecil yang berukuran (3 1/2 inchi) dengan kapasitas menyimpan data sebesar 1,4 Megabyte.

Cara kerja floppy disk hampir sama dengan harddisk. Plat bundar berisi data dalam disket akan diputar oleh motor dalam floopy disk drive. Sebuah magnet akan membaca atau menulis data pada disket itu.

CD-ROM drive


Fungsinya adalah untuk membaca data dari sebuah Compact Disc (CD). ROM adalah singkatan dari Read Only Memory yang artinya penyimpan data yang hanya bisa dibaca. Jadi CD-ROM hanya bisa digunakan untuk membaca data, tidak dapat digunakan untuk menyimpan data. Namun saat ini, ada alat serupa yang dapat digunakan untuk menulis / menyimpan data ke sebuah CD. Namanya CD-RW (CD Read and Write atau CD baca dan tulis).

Cara kerja CD-ROM maupun CD-RW sama dengan cara kerja harddisk atau floppy disk drive. Bedanya, bagian yang diputar adalah kepingan CD. Alat pembacanya juga bukan head magnet tetapi sinar laser yang berkekuatan kecil.

Prosesor


Nah, inilah Brain (otaknya) komputer. Prosesor berfungsi untuk memproses semua perhitungan yang harus dilakukan oleh komputer. Kekuatan prosesor diukur dari frekuensinya, seperti 550 MHz (Mega Hertz) sampai saat ini sudah ada yang mencapai 1,4 GHz (Giga Hertz).
Jika komputer dihidupkan, maka prosesor akan langsung bekerja dan cepat naik suhunya. Oleh karena itu setiap prosesor saat ini sudah dilengkapi dengan besi penyalur panas (heat sink) dan kipas pendingin. Saat ini prosesor yang banyak digunakan adalah Intel, AMD dan IBM.

Memori


Memori dikenal juga dengan sebutan RAM (Random Acces Memory). Gunanya adalah untuk penyimpanan data sementara sewaktu digunakan oleh prosesor. Jika komputer di matikan, maka data di RAM akan hilang. Kecepatan membaca data RAM ini lebih cepat jika dibandingkan dengan Harddisk

Kartu Grafis (VGA Card)


Kartu VGA (Video Graphic Adapter) berguna untuk menerjemahkan output (keluaran) komputer ke monitor. Untuk menggambar / design graphic ataupun untuk bermain game, kita perlu VGA yang tinggi kekuatannya. Saat ini ada VGA dengan memori 16, 32 hingga 128 Megabyte. Jenisnya yang terkenal adalah GeForce buatan perusahaan Nvidia.

Kartu Suara (Soundcard)


Perangkat ini berguna untuk mengeluarkan suara. Kalau kita sedang mendengar musik ataupun bermain game, perangkat ini sangat bermanfaat. Suaranya bisa stereo, surround (berputar) bahkan suara 3 dimensi, sehingga kita seolah-olah berada ditempat kejadian. Tetapi perangkat ini kurang lengkap jika tidak ada speaker. Karena itu kita perlu menghubungkan speaker dengan soundcard yang telah terpasang dengan sebuah kabel yang disambung langsung ke soundcard. game

Motherboard


Motherboard atau disebut juga dengan Papan Induk berfungsi untuk tempat semua alat utama CPU yang telah disebutkan di atas. Bentuk motherboard seperti sebuah papan sirkuit elektronik.
Motherboard merupakan tempat berlalu lalangnya data. Motherboard menghubungkan semua peralatan komputer dan membuatnya bekerja sama sehingga komputer berjalan dengan lancar.:D:Dsemoga bermanfaat buat kita semua...





sumber :http://bintangpdg.blogspot.com/2009/06/cpu-central-processing-unit-central.html

A Blog.com weblog Home About Uncategorized Hubungan Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan Kekuasaan Lokal; Sebuah Penilaian Mengenai Dampak yang Ditimbulkan

Pada umumnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK) digunakan dalam suatu organisasi dengan tujuan meningkatkan efisiensi, kualitas, dan transparansi operasionalnya. Selain itu, penggunaan TIK dapat mendorong terjadinya perubahan substansial pada hubungan kekuasaan diantara semua pihak yang terelibat. Konsekuensinya, sebagai hasil diterapkannya TIK, beberapa pihak dapat mendapatkan tambahan kekuasaan (kekuatan), sementara pihak lain kehilangan sebagian kekuatannya. Sejauh ini penelitian yang dilakukan hanya pada dampak penggunaan TIK terhadap hubungan kekuasaan antara beberapa organisasi. Literatur yang ada pun belum mampu memberikan konsep yang sempurna mengenai isu kekuasaan antara sektor publik dan stakeholdernya dalam konteks TIK.
Makalah ini akan mengkaji implikasi TIK terhadap hubungan kekuasaan pada tataran administrasi lokal. Penulis menggunakan pendekatan stakeholder dan telah mengidentifikasi beberapa stakeholder yang relevan dalam kajian ini. Berdasarkan hasil identifikasi stakeholder tersebut, kemudian dilakukan analisis secara sistematis terhadap perubahan (peningkatan/penurunan) kekuasaan dalam kerangka hubungan antara administrasi dengan stakeholder relevan yang telah teridentifikasi. Pada akhir makalah ini disimpulkan berupa penilaian mengenai pihak mana yang akan menang maupun kalah (kehilangan kekuasaan).
Sesi pertama makalah ini menetapkan tiga konseptualisasi kekuasaan yang utama, kemudian dilanjutkan dengan deskripsi beberapa macam stakeholder dalam administrasi lokal dan outline modelnya. Tahap ketiga makalah ini menggambarkan karakteristik TIK dan dampak umumnya terhadap organisasi, lebih khususnya dampak terhadap administrasi publik dan hubungan kekuasaan. Pada sesi ke-empat, dianalisis secara sistematis beberapa situasi dimana TIK memainkan peranan dalam hubungan kekuasaan antara administrasi lokal dengan stakeholder tersebut. Sedangkan pada akhir makalah ini, hasil observasi tersebut diterjemahkan kedalam bentuk capaian atau hilangnya kekuasaan bagi tiap pihak/pelaku dalam model stakeholder dan menunjukkan pergantian demi keseimbangan kekuatan.

2. Beberapa kategori kekuasaan
Starting point pada bagian ini adalah bahwa kekuasaan dan hubungannya adalah bagian dari kehidupan organisasi. Kekuasaan secara jelas memainkan peranan secara umum dalam perubahan keorganisasian dan secara khusus dalam transformasi sektor publik. Walaupun teori tentang perubahan keorganisasian tidak hanya bergantung pada pertimbangan kekuasaan tersebut, tentunya administrasi tidak bisa mengacuhkan stakeholdernya ketika menggunakan TIK dalam melaksanakan tugas publik.
Pembagian kategori yang digunakan di sini adalah klasifikasi kekuasaan yang diajukan oleh Finger, Mercier, dan Brand (Finger, Mercier et al. 2000;2). Pada dasarnya secara umum ada tiga cara dalam memandang kekuasaan, khususnya dalam keorganisasian. Kekuasaan dapat dilihat sebagai atribut bagi pelaku (pendekatan ilmu politik), sebagai fenomena struktural (pendekatan sosiologis), atau menempatkan kekuasaan pada titik temu antara aktor dan struktur (pendekatan structuration theory).
    a. Kekuasaan sebagai atribut
Pelaku memiliki derajat kekuasaan yang berbeda tergantung pada sumber dayanya (misal kekuatan finansial), reputasinya, serta gagasannya (epistemic power). Pustaka mutakhir umumnya membicarakan teori stakeholder yang di dalamnya terdapat aktor dan tujuannya. Dalam konteks ini, interaksi aktor yang berbeda-beda dengan kekuasaan menjadi sangat kompleks. Artinya, walaupun seseorang masih memiliki atribut kekuasaan, namun peluangnya selalu berkurang sejalan dengan pertumbuhan jumlah pesaingnya.
  b.Kekuasaan sebagai dominasi
Pendekatan ini didasarkan pada gagasan bahwa organisasi adalah miniatur masyarakat, yakni struktur sosial yang kompleks tersusun dari bermacam-macam kepentingan dan golongan yang mengusungnya. Banyak kepentingan yang saling bertentangan, sehingga menyulut terjadinya konflik. Dengan demikian, seorang atau golongan akan memenangkan kepentingannya atas golongan lainnya melalui jalur formal atau non-formal. Pendekatan sosiologis ini melihat aturan dan struktur organisasi sebagai jalan untuk menggunakan dominasi seseorang di dalam organisasi.
c. Kekuasaan sebagai relasi (hubungan)
Yaitu menempatkan kekuasaan pada titik temu antara seseorang dan strukturnya. Pendekatan ini disebut juga teori strukturasi. Michael Crozier (Crozier, 1963) menyatakan bahwa seseorang atau golongan akan berjuang demi kekuasaan, lebih tepatnya, dia berjuang demi kemampuan membuat norma dan aturan yang mengatur lingkungannya. Kekuasaan selalu dihasilkan dari proses dialektikal negosiasi antara orang per orang atau seseorang dengan aturan-aturan dan norma institusional.
Penelitian ini difokuskan pada pendekatan ketiga, yaitu toeri strukturisasi, termasuk di dalamnya argumen-argumen kedua pendekatan terdahulu yang mempengaruhi kemampuan seseorang mengendalikan ketidakpastian kondisi di sekelilingnya dengan menerapkan berbagai strategi. Mungkin lebih tepat pendekatan ini dimaknai sebagai konseptualisasi kontrol atas ketidakpastian, daripada dimaknai sebagai konseptualisasi kekuasaan. Akan tetapi, sebagaimana pernyataan terdahulu, terdapat beberapa alasan mengapa peningkatan kemampuan kontrol ketidakpastian juga berarti peningkatan kekuasaan. Konsekuensinya, ketika kita bermaksud mengetahui pengaruh TIK terhadap posisi kekuasaan relatif seseorang, kita harus melihat beberapa elemen yang menentukan kemampuan seseorang dalam mengendalikan ketidakpastian, dalam menyiasati dan bernegosiasi dengan pihak lain. Untuk mengkaji pengaruh TIK terhadap posisi kekuasaan relatif administrasi lokal, kita harus mengembangkan model stakeholder yang akan kita bahas pada bagian selanjutnya.

3. Beberapa Stakeholder Administrasi Lokal
Teori stakeholder umumnya merupakan teori bagi perusahaan sektor pribadi. Akan tetapi, pada kenyataannya sudut pandang teori ini dapat diterapkan pada sektor publik, dan sebagian dapat pula diterapkan dalam konteks keputusan manajerial dalam pemerintahan. Berdasarkan kajian mendalam literatur seperti Bovaird 2005, Frey 2003, Reidl 2004, teridentifikasi 9 stakeholder administrasi lokal sebagai berikut:
1.) Warga masyarakat
Yaitu semua fungsi seseorang sebagai individu seperti sebagai pengguna layanan, wajib pajak, suara dalam pemilihan, dan sebagainya. Masyarakat mempengaruhi administrasi lokal melalui pemilihan dan pemungutan suara, serta interaksi sehari-hari mereka dengan administrasi dan politisi. Semakin pesatnya penggunaan internet di kalangan warga masyarakat sedikit banyak mendesak administrasi untuk mengadakan pelayanan secara on line.
2.) Bisnis
Bisnis adalah dasar kesejahteraan ekonomi. Bisnis sangat mempengaruhi sistem administrasi-politik dan berada dalam hubungan yang konstan. Dalam konteks e-government, tekanan parsial dari bisnis pada administrasi meningkat dari fakta bahwa umumnya organisasi sektor privat memiliki teknologi yang lebih maju daripada sektor publik. Ditambah lagi operator sektor privat menjual barang dan jasanya kepada organisasi-organisasi sektor publik.
3.) Administrasi publik lain
Administrasi tingkat nasional (federal), regional (kantonal) dan administrasi lokal lainnya dalam kesehariannya memiliki hubungan interaksi dengan administrasi lokal, sehingga dapat terhitung sebagai satu stakeholder penting.
4.) Politisi
Politisi dan para pejabat, misalnya presiden atau pemimpin suatu derah mempengaruhi kegiatan administrasi melalui keputusan dan otoritas mereka. Disamping itu pertanyaan mengenai ukuran administrasi yang optimal adalah keputusan politisi dan konsekuensi prioritas dimana politisi atau pejabat tersebut memberikan kebijakan publik. Terlebih lagi pelayan masyarakat pada umumnya dijabat oleh para politisi, kadang-kadang berada pada basis atau orientasi politiknya.
5.) Parlemen dan lembaga peradilan
Kedua lembaga tersebut merupakan lembaga negara yang bertugas sebagai pembuat kebijakan dan aturan sebagai kerangka acuan bagi kegiatan administrasi dan interaksinya dengan pihak ketiga.
6.) NGO, IO dan Asosiasi
NGO, IO, Parpol dan Lembaga Asosiasi mempengaruhi sistem administrasi dan politik melalui lobi-lobi mereka. Lembaga-lembaga tersebut berpartisipasi atau memiliki andil dalam pembuatan kebijakan yang mendasari kegiatan administrasi.
7.) Media
Lembaga administrasi menggunakan media sebagai sumber informasi. Selain itu, media juga berperan sebagai pembuka opini publik melalui penyiaran berita dan topik-topik informasi yang disajikan. Akhirnya, media juga mengekspos disfungsi pada sektor publik, khususnya dalam hal administrasi.
8.) Pihak luar negeri
Semakin intensif hubungan sebuah negara dengan dunia luar maka kebijakan dalam negara tersebut disesuaikan dengan aturan-aturan internasional, walaupun pengaruh pihak luar negeri berbeda-beda sesuai dengan ukuran, kekuatan militer dan kekuatan ekonomi suatu negara. Sebagai contoh, negara-negara Eropa sangat mempengaruhi sistem administrasi politik di Swiss.
9.) Tenaga kerja
Kekuasaan administrasi sangat ditentukan oleh karakter dan kapasitas para tenaga kerjanya serta hubungan diantara para tenaga kerja di dalamnya.
Singkatnya, semua stakeholder diatas mempengaruhi dan dipengaruhi oleh aktivitas administrasi lokal.

4. Karakteristik dan dampak TIK
1.) Dampak umum TIK pada suatu organisasi
a. Efisiensi
Efisiensi meliputi waktu dan biaya. Penggunaan TIK mempercepat proses kerja melalui standarisasi, digitasi, otomatisasi sehingga meningkatkan efisiensi waktu. TIK juga memperkecil pengeluaran biaya meskipun pada awalnya membutuhkan biaya yang tinggi untuk pengadaan software, hardware, layanan telekomunikasi serta pengadaan tenaga profesional namun penggunaan TIK mempunyai beberapa keuntungan misalnya meningkatnya pendapatan, meningkatkan produktivitas tenaga kerja, penurunan biaya operasional, menurunkan biaya pemeliharaan dan belanja serta keuntungan-keuntungan yang tidak langsung seperti fleksibilitas organisasi, informasi yang tepat waktu, keputusan yang lebih akurat, kepuasan hasil kerja dan klien serta meningkatkan image perusahaan.
b. Kualitas
Penggunaan TIK mampu menurunkan kesalahan dalam pekerjaan sehingga mengoptimalkan keuntungan klien dibandingkan dengan kerja manual. Umumnya, TIK tidak hanya berarti proses digitalisasi dari manual ke sitem internet tetapi merubah bahkan menciptakan proses baru. Dari sini dapat dibedakan tiga dampak TIK pada proses reproduktif, transformatif dan disruptif.
c. Transparansi
TIK menigkatkan transparansi secara keseluruhan yang meliputi suplayer, harga, ketersediaan, demikian juga transparansi internal organisasi. TIK juga mampu mengoptimalkan struktur organisasi dengan cara mengurangi hierarki dan birokarasi serta lebih fleksibel.
2.) Dampak TIK tehadap administrasi publik
Dampak TIK terhadap administrasi publik tidak berbeda jauh dari dampaknya pada dunia bisnis: pada awalnya TIK hanya berfungsi sebagai komponen pendukung. Akhir-akhir ini TIK merupakan wilayah strategis yang menentukan daya saing dan survival dari perusahaan privat. Perkembangan inovasi teknologi pada sektor privat semakin mendorong diterapkannya teknologi dalam wilayah publik. Akan tetapi, secara simultan terdapat perbedaan antara sektor publik dan privat: “ perkembangan perubahan pemerintah tidak sama dengan pertumbuhan perubahan sektor privat. Secara ekonomis, pencapaian efisiensi dan penghematan akan mendapat timbal balik berupa keuntungan atau promosi. Sementara itu pada sektor publik, timbal balik yang didapatkan adalah pengurangan budget, pengurangan staf, hilangnya sumberdaya dan konsolidasi program. (Fountain 2001;13). Oleh karena itu, institusi pemerintah tidak dapat serta merta mengadopsi konsep yang diterapkan pada wilayah komersial. Adapun perbedaan paling menonjol dari kedua sektor tersebut adalah pemerintah tidak menjual produk kepada konsumen dalam lingkungan yang kompetitif. Akan tetapi pemerintah menyediakan layanan yang pasti, dan umumnya klien (masyarakat) diikat oleh hukum dan peraturan untuk menggunakan layanan dari provider monopolis tersebut (Wimmer, Traunmuller et al 2001). Singkatnya, TIK yang akan digunakan dalam pemerintah dan masyarakat berdampak pada administrasi publik dalam beberapa aspek, sebagai berikut:
a. Wilayah Legalitas
Penggunaan TIK dalam administrasi mengandung implikasi legal, karena isu keamanan, privasi, dan kepercayaan diperhatikan. Perbaikan dalam e-government mendatangkan tantangan baru bagi para pengacara dan yurisdiksi karena kegiatan kepemerintahan tertata dengan rapih dan didorong oleh kerangka kerja yang legal seperti konstitusi, hukum, dan undang-undang. Teknologi mengubah aturan-aturan tersebut sehingga penggunaannya pada wilayah publik menuntut penyesuaian peraturan untuk menjaga legalitas pemerintah, seperti tandatangan elektronik, dokumentasi elektronik, komunikasi elektronik atara agensi pemerintah dengan masyarakat, proteksi data, akses data bagi masyarakat, dan lain-lain.
b. Wilayah struktural/organisasional
TIK memungkinkan adanya model baru dalam kordinasi, kontrol, dan komunikasi, sehingga memungkinkan terjadinya perubahan dalam organisasi. Biasanya hierarki dalam administrasi secara bertahap digantikan oleh jaringan komputer (internet), dari birokratik menuju Networks dan circular organization.
c. Wilayah Finansial
Penggunaan TIK pada sektor publik berhubungan dengan peningkatan pendapatan dan menghemat belanja pengeluaran. Akibatnya, investasi tersebut akan memacu pertumbuhan ekonomi dengan jalan efisiensi proses pembayaran pada front-office dan back-office. Dari fakta tersebut, berbagai model matematika maupun statistik telah dikembangkan untuk menguji dampak finansial penggunaan TIK dalam administrasi organisasi maupun pemerintah.
d. Wilayah Relasional
Penggunaan perangkat kerja berbasis TIK mendorong terjadinya pemerataan kemampuan (skill) dan kompetensi diantara tenaga kerja (internal) dan antara stakeholder (eksternal) dalam administrasi. Pertemuan antara pihak yang berlainan menjadi tidak tergantung waktu tempat, dan perbedaan batas geografis dengan menggunakan perangkat TIK. kemungkinan baru berkomunikasi menjadikan hubungan langsung non-formal antara stakeholder dengan administrasi.
Singkatnya, kini setiap orang sepertinya sepakat pada fakta bahwa ITK memiliki dampak yang penting bagi administrasi dalam tataran legal, struktural, finansial dan relasional.
3.) Dampak Teoritis TIK terhadap hubungan kekuasaan
Kini organisasi sangat bergantung pada kemampuan teknologi para profesionalnya. Ketergantungan ini menngakibatkan kekuasaan seseorang/organisasi menjadi rawan, karena sumberdaya yang esensial dikendalikan oleh para profesional. Internet dapat juga dianggap sebagai paksaan terhadap pemerintah untuk meningkatkan kepekaannya pada rakyat, atau juga dapat dianggap sebagai pemberdayaan Negara lebih lanjut. Internet mengancam dominasi Negara atas informasi dan komunikasi yang dimilikinya, yang rawan terhadap kejahatan cyber, hacker, “bugs” atau eror pada program computer.
Penerapan perangkat kerja baru dalam hal ini TIK dalam organisasi mendorong pada perubahan penting yang tidak dapat dihindari mendorong pada pemerataan kekuasaan. (Finger 2001): setiap perubahan dalam administrasi merubah hubungan kekuasaan dan menyebabkan reaksi politis diantara pihak terkait.

5. Dampak TIK terhadap hubungan kekuasaan model stakeholder
Kajian dampak TIK terhadap model stakeholder yang telah dibuat dilakukan dengan menganalisa dampaknya pada tiap-tiap elemen yang rawan. Elemen ini menentukan kemampuan seseorang/golongan dalam mengendalikan ketidakpastian, menyiasati dan berunding dengan pihak lain. Elemen-elemen utama dalam konteks ini adalah:
Efisiensi waktu dan biaya
Kualitas pengambilan keputusan
Ketergantungan pada pihak ketiga
Vulnerabilitas (daya tahan terhadap ancaman luar)
Kemampuan pengawasan
Transparansi organisasi
Untuk mengkaji dampak TIK terhadap elemen-elemen tersebut, akan dibahas satu persatu model stakeholder.
1.) Masyarakat
a. Menguatkan warga masyarakat
Penerapan TIK mendukung terjadinya proses transformasi sosial dan kultural. Sehingga pengenalan TIK merupakan bagian, bahkan suport, atas transformasi dalam hal hubungan warga-negara menjadi customer-negara. Customer (pelanggan) memiliki arti yang lebih pas daripada warga yang dinilai sarat kesibukan.
Hampir semua bentuk hukum dan aturan dapat didownload dari website administrator. Hal ini menurunkan ketidakseimbangan informasi antara administrasi dengan warga masyarakat.
b. Menguatkan administrasi lokal
Informasi merupakan kekuatan. Kemampuan mencari informasi dari berbagai sumber kini dapat diperoleh dari sumber yang terpusat (database) sehingga tidak membutuhkan biaya yang mahal. Penggunaan data base dapat menghemat perasional admiinistrasi, yang artinya menguatkan kemampuan administrasi. Selain itu, fakta bahwa pelayan masyarakat dapat mengumpulkan informasi yang dibutuhkan dari tiap transaksi mengurangi resiko seperti yang telah dialami, yaitu pemalsuan dokumen ketika warga harus mengumpulkan berkas-berkas dari administrasi yang berbeda dan membawanya kepada administrasi lokal. Integrasi hukum dan aturan kedalam sistem informasi lebih jauh maningkatkan kekuatan administrasi karena minimalisasi kesalahan (error) dapat dilakukan dengan evaluasi sesuai kebutuhan masyarakat.
2.) Bisnis
a. Menguatkan bisnis
Karena kebanyakan ahli teknologi dan informasi menjalin kontrak dengan perusahaan-perusahaan milik perorangan, maka dominasi dan pengaruh konsultan dan operator administrasi yang berbasis informasi semakin meningkat. Kemitraan antara sektor privat dengan sektor publik dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi pelayanannya kian hari kian ramai, terlebih mitra TIK mendapatkan pengaruh yang besar karena desainer sistem TIK mengatur bagaimana sistem tersebut berjalan (Guyaz 2001). Sekarang ini arsitek informasi tidak hanya sekedar perangkat teknis saja, melainkan bentuk kekuasaan yang besar.
Dengan menggunakan outsourcing sebagai sumber dana TIK, administrasi menjadi sangat bergantung pada konsultan dan operator privat; mereka kehilangan kontrol, miskin inovasi teknologi, kehilangan keuntungan strategisnya, dan harus mengeluarkan biaya besar untuk dalam pergantian operator.
b. Menguatkan administrasi lokal
Meskipun demikian, outsourcing pada biaya TIK juga memiliki dampak positif bagi administrasi yaitu penghematan operaasional melalui efisiensi yang dicapai, pergantian yang lebih mudah menuju teknologi baru, dan administrasi dapat terpusat dengan lebih baik pada inti bisnis. Pada akhirnya, perusahaan privat dapat menangani puncak permintaan dan mampu menyediakan staf menejemen TIK dengan lebih baik.
3.) Administrasi lain
a. Menguatkan administrasi lain
Negara menjadi saling terhubung dengan baik melalui sistem informasi, tidak hanya melalui kemitraan publik-privat namun juga melalui penyusunan integrasi dan kesepakatan antar pemerintahan yang tergabung dalam administrasi federal, regional, maupun lokal. Penggunaan data bersama tidak mungkin dilakukan tanpa adanya standarisasi data.
b. Menguatkan administrasi lokal
Kerja sama melalui jaringan dan data bersama diatara administrasi lokal membuka akses yang luas bagi pengetahuan baru dan menawarkan kesempatan keunggulan atas administrasi lokal lainnya. Tebukanya kesempatan bagi administrasi lokal ini sekaligus mempersempit kesempatan bagi administrasi pusat.
4.) Politisi (pejabat)
a. Status quo
Perubahan administratif seperti inisiatif e-government sangat ditentukan keputusan politisi. Sebagai gantinya, perubahan administratif juga mempengaruhi dan mendorong perubahan politik. Dengan demikian kita mampu mengamati situasi status quo antara politisi (pejabat) dengan administrasi lokal sehingga keseimbangan kekuatan tetap terjaga.
5.)  Parlemen dan peradilan
a. Menguatkan administrasi lokal
Terdapat pertentangan mendasar antara perkembangan pesat teknologi dengan hukum yang cenderung kaku. Lembaga legislatif tidak dapat mengejar ketinggalannya atas evolusi teknologi yang cepat ketika membuat hukum baru dan aturan bagi otonomi manajerial administrasi baru.
6.) NGO, IO dan asosiasi
a. Menguatkan asosiasi
Administrasi kini terhubung dengan baik melalui sistem informasi, tidak hanya dalam hal kesepakatan antar pemerintahan dan kerja sama antar agensi, namun juga hubungan kemitraan privat-publik atau hubungan dengan piihak ke-tiga seperti NGO dan asosiasi. Konsekuensinya pihak ke-tiga tersebut dapat mengakses-hingga batas tertentu-informasi administratif, yang merupakan ancaman bagi dominasi administrasi atas informasi yang dimiliki.
7.) Media
a. Menguatkan administrasi lokal
Dahulu media merupakan sumber informasi penting bagi administrasi. Namun dengan berkembang pesatnya internet, cara berkomunikasi tradisional yaitu “one-to-many” telah dinilai kurang seimbang dibandingkan dengan struktur komunikasi yang baru, yaitu “many-to-many”. Dengan kata lain, dahulu setiap administrasi memiliki informasi yang sama dan pers bertugas menyebarkannya sewajarnya, namun sekarang administrasi tidak lagi tergantung pada informasi media tradisional, administrasi dapat langsung mengakses informasi secara khusus melalui internet, bahkan dalam hal pengiklanan lowongan pekerjaan dapat dilakukan melalui websitenya.
8.) Negara lain
a. Menguatkan negara lain
Kondisi luar negeri sangat mempengaruhi dan menentukan proses administratif suatu negara, contohnya Swiss di kawasan Eropa. Meningkatnya penggunaan TIK dalam administrasi adalah tekanan untuk dilakukannya standarisasi data dan kesesuaiannya dengan kebutuhan internasional.
9.) Tenaga Kerja
a. meningkatkan kualitas tenaga kerja
komputerisasi memungkinkan untuk menggabungkan beberapa spesialisasi posisi menjadi satu pekerjaan yang diperluas. Penyatuan tugas, dimana operator diberikan tanggung jawab lebih menggunakan informasi berbasis komputer dan perangkat penyokong keputusan, sering diistilahkan sebagai pemberdayaan atau perluasan pekerjaan.
b. Meningkatkan administrasi lokal
Kebebasan tenaga kerja dibatasi oleh software dan dapat dilihat oleh atasannya. Hal ini mungkin dilakukan oleh TIK untuk merekam aktivitas tenaga kerja dan menghasilkan laporan periodik dengan detail. Dengan demikian birokrasi mulai beralih dari kontrol pengawasan langsung menuju kontrol berbasis informasi. Pada saat yang sama, sebagian tugas tenaga kerja digantikan oleh komputer.
sumber :http://ululbanyuwangi.blog.com/2009/10/16/hubungan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-dengan-kekuasaan-lokal-sebuah-penilaian-mengenai-dampak-yang-ditimbulkan/

Macam-macam Alat Teknologi Informasi dan Komunikasi

Internet

Definisi
Secara harfiah, internet (kependekan daripada perkataan ‘inter-network’) ialah rangkaian komputer yang berhubung menerusi beberapa rangkaian. Manakala Internet (huruf ‘I’ besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.
Guna Dari Internet
Bisa mencari semua informasi,hiburan,maupun berita aktual dan lainnya.Lebih praktis untuk mencari informasi dibandingkan dengan BUKU.

Telepon

Definisi
Telepon adalah alat telekomunikasi yang dapat mengirimkan pembicaraan melalui sinyal listrik. Umumnya penemu telepon adalah Alexander Graham Bell, dengan telepon pertama dibuat di Boston, massachusets, pada tahun 1876. Tetapi, penemu italia antonio meucci telah menciptakan telepon pada tahun 1849, dan pada September 2001, Meucci dengan resmi diterima sebagai pencipta telepon oleh kongres Amerika, dan bukan Alexander Graham Bell.
Guna Dari Telepon
Berbicara dengan orang yang tempatnya jauh dari diri kita(beda rumah/beda keberadaan,tidak lebih jauh dari satu kecamatan ).http://ardiantopamungkas.blog.com/2011/01/07/macam-macam-alat-teknologi-informasi-dan-komunikasi/

PARALLEL PROCESSING

PARALLEL PROCESSING
Pengertian
Pemrosesan paralel (parallel processing) adalah penggunakan lebih dari satu CPU untuk menjalankan sebuah program secara simultan. Idealnya, parallel processing membuat program berjalan lebih cepat karena semakin banyak CPU yang digunakan. Tetapi dalam praktek, seringkali sulit membagi program sehingga dapat dieksekusi oleh CPU yang berbea-beda tanpa berkaitan di antaranya.
Komputasi paralel adalah salah satu teknik melakukan komputasi secara bersamaan dengan memanfaatkan beberapa komputer secara bersamaan. Biasanyadiperlukan saat kapasitas yang diperlukan sangat besar, baik karena harus mengolah data dalam jumlah besar ataupun karena tuntutan proses komputasi yang banyak. Untuk melakukan aneka jenis komputasi paralel ini diperlukan infrastruktur mesin paralel yang terdiri dari banyak komputer yang dihubungkan dengan jaringan dan mampu bekerja secara paralel untuk menyelesaikan satu masalah. Untuk itu diperlukan aneka perangkat lunak pendukung yang biasa disebut sebagai middleware yang berperan untuk mengatur distribusi pekerjaan antar node dalam satu mesin paralel. Selanjutnya pemakai harus membuat pemrograman paralel untuk merealisasikan komputasi.
Pemrograman paralel adalah teknik pemrograman komputer yang memungkinkan eksekusi perintah/operasi secara bersamaan baik dalam komputer dengan satu (prosesor tunggal) ataupun banyak (prosesor ganda dengan mesin paralel) CPU. Tujuan utama dari pemrograman paralel adalah untuk meningkatkan performa komputasi. Semakin banyak hal yang bisa dilakukan secara bersamaan (dalam waktu yang sama), semakin banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan.
Komputasi paralel membutuhkan:
· algoritma
· bahasa pemrograman
· compiler
Sebagai besar komputer hanya mempunyai satu CPU, namun ada yang mempunyai lebih dari satu. Bahkan juga ada komputer dengan ribuan CPU. Komputer dengan satu CPU dapat melakukan parallel processing dengan menghubungkannya dengan komputer lain pada jaringan. Namun, parallel processing ini memerlukan software canggih yang disebut distributed processing software.
Parallel processing berbeda dengan multitasking, yaitu satu CPU mengeksekusi beberapa program sekaligus. Parallel processing disebut juga parallel computing.
Contoh struktur pengiriman permintaan dan jawaban dari parallel processing
Aristektur Komputer Parallel
Taksonomi Flynn dan model pemrosesan parallel
Keempat kelompok komputer tersebut adalah :
1. Komputer SISD (Single Instruction stream-Single Data stream)
Pada komputer jenis ini semua instruksi dikerjakan terurut satu demi satu, tetapi juga dimungkinkan adanya overlapping dalam eksekusi setiap bagian instruksi (pipelining). Pada umumnya komputer SISD berupa komputer yang terdiri atas satu buah pemroses (single processor). Namun komputer SISD juga mungkin memiliki lebih dari satu unit fungsional (modul memori, unit pemroses, dan lain-lain), selama seluruh unit fungsional tersebut berada dalam kendali sebuah unit pengendali. Skema arsitektur global komputer SISD dapat dilihat pada gambar .1 (a).
2. Komputer SIMD (Single Instruction stream-Multiple Data stream)
Pada komputer SIMD terdapat lebih dari satu elemen pemrosesan yang dikendalikan oleh sebuah unit pengendali yang sama. Seluruh elemen pemrosesan menerima dan menjalankan instruksi yang sama yang dikirimkan unit pengendali, namun melakukan operasi terhadap himpunan data yang berbeda yang berasal dari aliran data yang berbeda pula. Skema arsitektur global komputer SIMD dapat dilihat pada gambar .1 (b).
3. Komputer MISD (Multiple Instruction stream-Single Data stream)
Komputer jenis ini memiliki n unit pemroses yang masing-masing menerima dan mengoperasikan instruksi yang berbeda terhadap aliran data yang sama, dikarenakan setiap unit pemroses memiliki unit pengendali yang berbeda. Keluaran dari satu pemroses menjadi masukan bagi pemroses berikutnya. Belum ada perwujudan nyata dari komputer jenis ini kecuali dalam bentuk prototipe untuk penelitian. Skema arsitektur global komputer MISD dapat dilihat pada gambar .1 (c).
4. Komputer MIMD (Multiple Instruction stream-Multiple Data stream)
Pada sistem komputer MIMD murni terdapat interaksi di antara n pemroses. Hal ini disebabkan seluruh aliran dari dan ke memori berasal dari space data yang sama bagi semua pemroses. Komputer MIMD bersifat tightly coupled jika tingkat interaksi antara pemroses tinggi dan disebut loosely coupled jika tingkat interaksi antara pemroses rendah.
Paralel prosessing komputasi adalah proses atau pekerjaan komputasi di komputer dengan memakai suatu bahasa pemrograman yang dijalankan secara paralel pada saat bersamaan. Secara umum komputasi paralel diperlukan untuk meningkatkan kecepatan komputasi bila dibandingkan dengan pemakaian komputasi pada komputer tunggal.
Berikut ini adalah gambar perbedaan antara komputasi tunggal dengan parallel komputasi :
  1. Komputasi Tunggal / serial
  1. Komputasi Paralel
Message Passing Interface (MPI).
MPI adalah sebuah standard pemrograman yang memungkinkan pemrogram untuk membuat sebuah aplikasi yang dapat dijalankan secara paralel. Proses yang dijalankan oleh sebuah aplikasi dapat dibagi untuk dikirimkan ke masing – masing compute node yang kemudian masing – masing compute node tersebut mengolah dan mengembalikan hasilnya ke komputer head node. Untuk merancang aplikasi paralel tentu membutuhkan banyak pertimbangan – pertimbangan diantaranya adalah latensi dari jaringan dan lama sebuah tugas dieksekusi oleh prosesor.
MPI ini merupakan standard yang dikembangkan untuk membuat aplikasi pengirim pesan secara portable. Sebuah komputasi paralel terdiri dari sejumlah proses, dimana masing-masing bekerja pada beberapa data lokal. Setiap proses mempunyai variabel lokal, dan tidak ada mekanisme suatu proses yang bisa mengakses secara langsung memori yang lain. Pembagian data antar proses dilakukan dengan message passing, yaitu dengan mengirim dan menerima pesan antar proses.
MPI menyediakan fungsi-fungsi untuk menukarkan antar pesan. Kegunaan MPI yang lain adalah
1. menulis kode paralel secara portable,
2. mendapatkan performa yang tinggi dalam pemrograman paralel, dan
3. menghadapi permasalahan yang melibatkan hubungan data irregular atau dinamis yang tidak begitu cocok dengan model data paralel.
PVM (Parallel Virtual Machine)
Adalah paket software yang mendukung pengiriman pesan untuk komputasi parallel antar komputer. PVM dapat berjalan diberbagai macam variasi UNIX atau pun windows dan telah portable untuk banyak arsitektur seperti PC, workstation, multiprocessor dan superkomputer.
Sistem PVM terbagi menjadi dua. Pertama adalah daemon, pvmd, yang berjalan pada mesin virtual masing-masing komputer. Mesin virtual akan dibuat, ketika User mengeksekusi aplikasi PVM. PVM dapat dieksekusi melalui prompt UNIX disemua host. Bagian kedua adalah library interface rutin yang mempunyai banyak fungsi untuk komunikasi antar task . Library ini berisikan rutin yang dapat dipanggil untuk pengiriman pesan, membuat proses baru, koordinasi task dan konfigurasi mesin virtual.
Salah aturan main yang penting dalam PVM adalah adanya mekanisme program master dan slave/worker. Programmer harus membuat Kode master yang menjadi koordinator proses dan Kode slave yang menerima, menjalankan, dan mengembalikan hasil proses ke komputer master. Kode master dieksekusi paling awal dan kemudian melahirkan proses lain dari kode master. Masing-masing program ditulis menggunakan C atau Fortran dan dikompilasi dimasing-masing komputer. Jika arsitektur komputer untuk komputasi paralel semua sama, (misalnya pentium 4 semua), maka program cukup dikompilasi pada satu komputer saja. Selanjutnya hasil kompilasi didistribusikan kekomputer lain yang akan menjadi node komputasi parallel. Program master hanya berada pada satu node sedangkan program slave berada pada semua node.
Komunikasi dapat berlangsung bila masing-masing komputer mempunyai hak akses ke filesystem semua komputer. Akses kefile system dilakukan melalui protokol rsh yang berjalan di unix atau windows. Berikut adalah langkah pengaturan pada masing-masing komputer :
1. Buat file hostfile yang berisi daftar node komputer dan nama user yang akan dipakai untuk komputasi parallel. Bila nama user pada semua komputer sama misalnya nama user riset pada komputer C1, C2,C3 dan C4, maka hostfile ini boleh tidak ada. Hostfile ini dapat digunakan bila nama user di masing-masing komputer berbeda.
2. Daftarkan IP masing-masing komputer pada file /etc/hosts/hosts.allow dan /etc/hosts/hosts.equiv.
3. Penambahan dan penghapusan host secara dinamis dapat dilakukan melalui konsole PVM. Bila IP tidak didefinisikan pada hostfile¸ cara ini dapat digunakan.
Program PVM terdiri dari master dan slave, dimana program master dieksekusi paling awal dan kemudian melahirkan proses lain. PVM memanggil rutin pvm_spawn() untuk melahirkan satu atau dua proses lebih yang sama. Fungsi-fungsi untuk PVM versi bahasa C mempunyai rutin awalan pvm. Pengiriman dan penerimaan task diidentifikasi dengan TID (Task Identifier). TID ini bersifat unik dan digenerate oleh pvmd lokal. PVM berisi beberapa rutine yang mengembalikan nilai TID sehingga aplikasi user dapat mengidentifikasi task lain disistem.
Secara umum, langkah implementasi komputasi parallel sebagai berikut :
1. Jalankan PVM daemon pada setiap mesin dalam cluster
2. Jalankan program master pada master daemon
3. Master daemon akan menjalankan proses slave.http://soulofmine.wordpress.com/2011/04/01/parallel-processing/

“perkembangan teknologi informasi

Jika berbicara tentang teknologi, tentunya tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Selamanya, selama peradaban manusia masih ada, teknologi akan terus menjadi hal terpenting dalam kehidupan.
Hal yang saat ini sedang menjadi trand dan ramai diperbincangkan adalah teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang mana merupakan salah satu hal terpenting di abad ini. Tidak dapat dipungkiri kalau TIK tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Mulai dari anak kecil hinga orang tua, pedagang kecil hingga pengusaha besar, baik disadari maupun tidak sudah begitu tergantung pada TIK.
Jika dilihat dari kacamata sejarah, TIK sesungguhnya sudah mulai dikenal manusia sejak beratus-ratus berabad-abad lalu. Sejak manusia diciptakan di muka bumi ini, manusia sudah mulai mencoba berkomunikasi dengan symbol-simbol dan isyarat. Hal ini merupakan titik awal perkembangan TIK. Manusia yang lebih maju dan modern mampu berkomunikasi secara lisan dan mulai mampu mendokumentasikan informasi dalam bentuk tulisan dan ukiran baik dalam bentuk simbol maupun gambar.
cave-paintingPada jaman lalu, teknik pendokumentasian informasipun masih sanat sederhana, tetapi akhirnya terus berkembang dengan sanat pesat hingga saat ini. Beberapa alat yang digunakan pada zaman dulu antara lain, tulang, batu, kulit kayu, tanah liat, dan kulit binatang. Adapun karakteristik dari cara penyampaian informasi pada zaman dahulu adalah informasi menyebar dengan lambat dan kuran efektif.
Setelah masa revolusi industri, alat-alat mekanik bahkan elektronik mulai ditemukan, termasuk didalamnya alat-alat yang mampu membuat penyebaran informasi menjadi lebih mudah dan efektip. Jika pada awalnya orang yang berjarak jauh hanya mampu berkomunikasi lewat surat atau melalui kurir, maka pada abad pertengahan ini sudah mulai digunakan telegraf. Beberapa tahun kemudian, Alexander Graham Bel menemukan telepon yang mampu dipakai untuk berkomunikasi oleh orang walaupun berjarak jauh.
komputer dan internetTIK berkembang dengan sangat pesat hingga saat ini. Saat ini, jarak dan waktu seakan tidak lagi menjadi halangan dalam berkomunikasi. Orang yang berada di pulau yang berbeda bahkan negara yang berbeda kini sudah mampu melakukkan komunikasi bahkan mampu ditampilkan secara visual. Salah satu hal yang sedang menjadi trend sat ini adalah kegiatan yang berbasis internet dan elektronik. Beberapa contoh diantaranya adalah e-learnig, e-banking, e-library, e-labolatory, e-mail dan sebagainya. Aktivitas-aktivitas berbasis elektronik ini sudah pasti sangat membantu kegiatan manusia. Dengan hal tersebut di atas, dimensi ruang dan waktu tidak lai menjadi hambatan.
Selain itu,proses pengolahan data pun semakin cepat dan efisien. Berbagai barang elektonik mulai dari televise, handphone, pager, PDA, laptop hingga palmtop sudah menjadi barang-barang yang tidak asing lagi bagi masyarakat. Perkembangan TIK pun semakin pesat seiring dengan ditemukannya alat-alat yang lebih canggih.
Melihat apa yang terjadi saat ini, dapat dibayangkan apa yang mungkin dapat terjadi di masa nanti. Jauhnya jarak tidak lagi akan terasa. Kelak komunikasi jarak jauh akan dilakukan dengan hologram tiga dimensi yang begitu nyata. Pekerjaan-pekerjaan manusia akan mulai dikerjakan oleh robot yang bekerja secara otomatis dan mampu belajar dari pengalamannya sehingga mampu mengkoreksi kesalahan yang ia lakukan dengan sendirinya.
Teknologi komputer pun akan berkembang dengan pesat. Komputer masa depan akan mampu merespon tindakan-tindakan manusia dan memahami bahasa manusia. Lebih canggihnya lagi, komputer generasi yang akan datang diramalkan, akan memiliki perasaan layaknya manusia.
Melihat fakta dan gambaran masa depan seperti diuraikan di atas, muncul satu kekhawatiran, “Akankan eksistensi mausia digantikan oleh computer?” dan “Akankah manusia mampu bertahan dari kepunahan?”. Satu hal yang patut kita sadari dan tekadkan, “Teknologi dibuat untuk membantu manusia, bukan untuk memperbudak manusia”.http://iradewa.chevonest.com/iptek/perkembangan-teknologi-teknologi-informasi-dan-komunikasi

tEknoLogI & pErKeMbAngAn koMpUtEr

EVOLUSI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI
Richardus Eko Indrajit
EMPAT ERA PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMPUTER
Tidak dapat disangkal bahwa salah satu penyebab utama terjadinya era globalisasi yang datangnya lebih cepat dari dugaan semua pihak adalah karena perkembangan pesat teknologi informasi. Implementasi internet, electronic commerce, electronic data interchange, virtual office, telemedicine, intranet, dan lain sebagainya telah menerobos batas-batas fisik antar negara. Penggabungan antara teknologi komputer dengan telekomunikasi telah menghasilkan suatu revolusi di bidang sistem informasi. Data atau informasi yang pada jaman dahulu harus memakan waktu berhari-hari untuk diolah sebelum dikirimkan ke sisi lain di dunia, saat ini dapat dilakukan dalam hitungan detik.

Tidak berlebihan jika salah satu pakar IBM menganalogikannya dengan perkembangan otomotif sebagai berikut: “seandainya dunia otomotif mengalami kemajuan sepesat teknologi informasi, saat ini telah dapat diproduksi sebuah mobil berbahan bakar solar, yang dapat dipacu hingga kecepatan maximum 10,000 km/jam, dengan harga beli hanya sekitar 1 dolar Amerika !”. Secara mikro, ada hal cukup menarik untuk dipelajari, yaitu bagaimana evolusi perkembangan teknologi informasi yang ada secara signifikan mempengaruhi persaingan antara perusahaan-perusahaan di dunia, khususnya yang bergerak di bidang jasa. Secara garis besar, ada empat periode atau era perkembangan sistem informasi, yang dimulai dari pertama kali diketemukannya komputer hingga saat ini. Keempat era tersebut (Cash et.al., 1992) terjadi tidak hanya karena dipicu oleh perkembangan teknologi komputer yang sedemikian pesat, namun didukung pula oleh teori-teori baru mengenai manajemen perusahaan modern. Ahli-ahli manajemen dan organisasi seperti Peter Drucker, Michael Hammer, Porter, sangat mewarnai pandangan manajemen terhadap teknologi informasi di era modern. Oleh karena itu dapat dimengerti, bahwa masih banyak perusahaan terutama di negara berkembang (dunia ketiga), yang masih sulit mengadaptasikan teori-teori baru mengenai manajemen, organisasi, maupun teknologi informasi karena masih melekatnya faktor-faktor budaya lokal atau setempat yang mempengaruhi behavior sumber daya manusianya. Sehingga tidaklah heran jika masih sering ditemui perusahaan dengan peralatan komputer yang tercanggih, namun masih dipergunakan sebagai alat-alat administratif yang notabene merupakan era penggunaan komputer pertama di dunia pada awal tahun 1960-an.
ERA KOMPUTERISASI
Periode ini dimulai sekitar tahun 1960-an ketika mini computer dan mainframe diperkenalkan perusahaan seperti IBM ke dunia industri. Kemampuan menghitung yang sedemikian cepat menyebabkan banyak sekali perusahaan yang memanfaatkannya untuk keperluan pengolahan data (data processing). Pemakaian komputer di masa ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, karena terbukti untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu, mempergunakan komputer jauh lebih efisien (dari segi waktu dan biaya) dibandingkan dengan mempekerjakan berpuluh-puluh SDM untuk hal serupa. Pada era tersebut, belum terlihat suasana kompetisi yang sedemikian ketat. Jumlah perusahaan pun masih relatif sedikit. Kebanyakan dari perusahaan perusahaan besar secara tidak langsung “memonopoli pasar-pasar tertentu, karena belum ada pesaing yang berarti. Hampir semua perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang infrastruktur (listrik dan telekomunikasi) dan pertambangan pada saat itu membeli perangkat komputer untuk membantu kegiatan administrasinya sehari-hari. Keperluan organisasi yang paling banyak menyita waktu komputer pada saat itu adalah untuk administrasi back office, terutama yang berhubungan dengan akuntansi dan keuangan. Di pihak lain, kemampuan mainframe untuk melakukan perhitungan rumit juga dimanfaatkan perusahaan untuk membantu menyelesaikan problem-problem teknis operasional, seperti simulasi-simulasi perhitungan pada industri pertambangan dan manufaktur.
ERA TEKNOLOGI INFORMASI
Kemajuan teknologi digital yang dipadu dengan telekomunikasi telah membawa komputer memasuki masa-masa “revolusi”-nya. Di awal tahun 1970-an, teknologi PC atau Personal Computer mulai diperkenalkan sebagai alternatif pengganti mini computer. Dengan seperangkat komputer yang dapat ditaruh di meja kerja (desktop), seorang manajer atau teknisi dapat memperoleh data atau informasi yang telah diolah oleh komputer (dengan kecepatan yang hampir sama dengan kecepatan mini computer, bahkan mainframe). Kegunaan komputer di perusahaan tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi, namun lebih jauh untuk mendukung terjadinya proses kerja yang lebih efektif. Tidak seperti halnya pada era komputerisasi dimana komputer hanya menjadi “milik pribadi” Divisi EDP (Electronic Data Processing)
perusahaan, di era kedua ini setiap individu di organisasi dapat memanfaatkan kecanggihan komputer, seperti untuk mengolah database, spreadsheet, maupun data processing (end-user computing). Pemakaian komputer di kalangan perusahaan semakin marak, terutama didukung dengan alam kompetisi yang telah berubah dari monompoli menjadi pasar bebas. Secara tidak langsung, perusahaan yang telah memanfaatkan teknologi komputer sangat efisien dan efektif dibandingkan perusahaan yang sebagian prosesnya masih dikelola secara manual. Pada era inilah komputer memasuki babak barunya, yaitu sebagai suatu fasilitas yang dapat memberikan keuntungan kompetitif bagi perusahaan, terutama yang bergerak di bidang pelayanan atau jasa.
Teori-teori manajemen organisasi modern secara intensif mulai diperkenalkan di awal tahun 1980-an. Salah satu teori yang paling banyak dipelajari dan diterapkan adalah mengenai manajemen perubahan (change management). Hampir di semua kerangka teori manajemen perubahan ditekankan pentingnya teknologi informasi sebagai salah satu komponen utama yang harus diperhatikan oleh perusahaan yang ingin menang dalam persaingan bisnis. Tidak seperti pada kedua era sebelumnya yang lebih menekankan pada unsur teknologi, pada era manajemen perubahan ini yang lebih ditekankan adalah sistem informasi, dimana komputer dan teknologi informasi merupakan komponen dari sistem tersebut. Kunci dari keberhasilan perusahaan di era tahun 1980-an ini adalah penciptaan dan penguasaan informasi secara cepat dan akurat. Informasi di dalam perusahaan dianalogikan sebagai darah dalam peredaran darah manusia yang harus selalu mengalir dengan teratur, cepat, terus-menerus, ke tempat-tempat yang membutuhkannya (strategis). Ditekankan oleh beberapa ahli manajemen, bahwa perusahaan yang menguasai informasilah yang memiliki keunggulan kompetitif di dalam lingkungan makro “regulated free market”. Di dalam periode ini, perubahan secara filosofis dari perusahaan tradisional ke perusahaan modern terletak pada bagaimana manajemen melihat kunci kinerja perusahaan. Organisasi tradisional melihat struktur perusahaan sebagai kunci utama pengukuran kinerja, sehingga semuanya diukur secara hirarkis berdasarkan divisi-divisi atau departemen. Dalam teori organisasi modern, dimana persaingan bebas telah menyebabkan customers harus pandai-pandai memilih produk yang beragam di pasaran, proses penciptaan produk atau pelayanan (pemberian jasa) kepada pelanggan merupakan kunci utama kinerja perusahaan. Keadaan ini sering diasosiasikan dengan istilah-istilah manajemen seperti “market driven” atau “customer base company” yang pada intinya sama, yaitu kinerja perusahaan akan dinilai dari kepuasan para pelanggannya. Sangat jelas dalam format kompetisi yang baru ini, peranan komputer dan teknologi informasi, yang digabungkan dengan komponen lain seperti proses, prosedur, struktur organisasi, SDM, budaya perusahaan, manajemen, dan komponen terkait lainnya, dalam membentuk sistem informasi yang baik, merupakan salah satu kunci keberhasilan perusahaan secara strategis.
Tidak dapat disangkal lagi bahwa kepuasan pelanggan terletak pada kualitas pelayanan. Pada dasarnya, seorang pelanggan dalam memilih produk atau jasa yang dibutuhkannya, akan mencari perusahaan yang menjual produk atau jasa tersebut: cheaper (lebih murah), better (lebih baik), dan faster (lebih cepat). Disinilah peranan sistem informasi sebagai komponen utama dalam memberikan keunggulan kompetitif perusahaan. Oleh karena itu, kunci dari kinerja perusahaan adalah pada proses yang terjadi baik di dalam perusahaan (back office) maupun yang langsung bersinggungan dengan pelanggan (front office). Dengan memfokuskan diri pada penciptaan proses (business process) yang efisien, efektif, dan terkontrol dengan baiklah sebuah perusahaan akan memiliki kinerja yang handal. Tidak heran bahwa di era tahun 1980-an sampai dengan awal tahun 1990-an terlihat banyak sekali perusahaan yang melakukan BPR (BusinessProcess Reengineering), re-strukturisasi, implementasi ISO-9000, implementasi TQM, instalasi dan
pemakaian sistem informasi korporat (SAP, Oracle, BAAN), dan lain sebagainya. Utilisasi teknologi informasi terlihat sangat mendominasi dalam setiap program manajemen perubahan yang dilakukan perusahaan-perusahaan
ERA GLOBALISASI INFORMASI
Belum banyak buku yang secara eksplisit memasukkan era terakhir ini ke dalam sejarah evolusi teknologi informasi. Fenomena yang terlihat adalah bahwa sejak pertengahan tahun 1980-an, perkembangan dibidang teknologi informasi (komputer dan telekomunikasi) sedemikian pesatnya, sehingga kalau digambarkan secara grafis, kemajuan yang terjadi terlihat secara eksponensial. Ketika sebuah seminar internasional mengenai internet diselenggarakan di San Fransisco pada tahun 1996, para praktisi teknologi informasi yang dahulu bekerja sama dalam penelitian untuk memperkenalkan internet ke dunia industri pun secara jujur mengaku bahwa mereka tidak pernah menduga perkembangan internet akan menjadi seperti ini. Ibaratnya mereka melihat bahwa yang ditanam adalah benih pohon ajaib, yang tiba-tiba membelah diri menjadi pohon raksasa yang tinggi menjulang. Sulit untuk ditemukan teori yang dapat menjelaskan semua fenomena yang terjadi sejak awal tahun 1990-an ini, namun fakta yang terjadi dapat disimpulkan sebagai berikut:
Tidak ada yang dapat menahan lajunya perkembangan teknologi informasi. Keberadaannya telah menghilangkan garis-garis batas antar negara dalam hal flow of information. Tidak ada negara yang mampu untuk mencegah mengalirnya informasi dari atau ke luar negara lain, karena batasan antara negara tidak dikenal dalam virtual world of computer. Penerapan teknologi seperti LAN, WAN, GlobalNet, Intranet, Internet, Ekstranet, semakin hari semakin merata dan membudaya di masyarakat. Terbukti sangat sulit untuk menentukan perangkat hukum yang sesuai dan terbukti efektif untuk menangkal segala hal yang berhubungan dengan penciptaan dan aliran informasi. Perusahaan-perusahaan pun sudah tidak terikat pada batasan fisik lagi. Melalui virtual world of computer, seseorang dapat mencari pelanggan di seluruh lapisan masyarakat dunia yang terhubung dengan jaringan internet. Sulit untuk dihitung besarnya uang atau investasi yang mengalir bebas melalui jaringan internet. Transaksi-transaksi perdagangan dapat dengan mudah dilakukan di cyberspace melalui electronic transaction dengan mempergunakan electronic money.
Tidak jarang perusahaan yang akhirnya harus mendefinisikan kembali visi dan misi bisnisnya, terutama yang bergelut di bidang pemberian jasa. Kemudahan-kemudahan yang ditawarkan perangkat canggih teknologi informasi telah merubah mindset manajemen perusahaan sehingga tidak jarang terjadi perusahaan yang banting stir menggeluti bidang lain. Bagi negara dunia ketiga atau yang sedang berkembang, dilema mengenai pemanfaatan teknologi informasi amat terasa. Di suatu sisi banyak perusahaan yang belum siap karena struktur budaya atau SDM-nya, sementara di pihak lain investasi besar harus dikeluarkan untuk membeli perangkat teknologi informasi. Tidak memiliki teknologi informasi, berarti tidak dapat bersaing dengan perusahaan multi nasional lainnya, alias harus gulung tikar.
Hal terakhir yang paling memusingkan kepala manajemen adalah kenyataan bahwa lingkungan bisnis yang ada pada saat ini sedemikian seringnya berubah dan dinamis. Perubahan yang terjadi tidak hanya sebagai dampak kompetisi yang sedemikian ketat, namun karena adanya faktor-faktor external lain seperti politik (demokrasi), ekonomi (krisis), sosial budaya (reformasi), yang secara tidak langsung menghasilkan kebijakan-kebijakan dan peraturan-peraturan baru yang harus ditaati perusahaan. Secara operasional, tentu saja fenomena ini sangat menyulitkan para praktisi teknologi informasi dalam menyusun sistemnya. Tidak jarang di tengah-tengah konstruksi sistem informasi, terjadi perubahan kebutuhan sehingga harus diadakan analisa ulang terhadap sistem yang akan dibangun. Dengan mencermati keadaan ini, jelas terlihat kebutuhan baru akan teknologi informasi yang cocok untuk perusahaan, yaitu teknologi yang mampu adaptif terhadap perubahan. Para praktisi negara maju menjawab tantangan ini dengan menghasilkan produk-produk aplikasi yang berbasis objek, seperti OOP (Object Oriented Programming), OODBMS (Object Oriented Database Management System), Object Technology, Distributed Object, dan lain sebagainya.http://angienathania.wordpress.com/2009/02/09/teknologi-perkembangan-komputer/

Perangkat keras

Perangkat keras komputer adalah semua bagian fisik komputer, dan dibedakan dengan data yang berada di dalamnya atau yang beroperasi di dalamnya, dan dibedakan dengan perangkat lunak (software) yang menyediakan instruksi untuk perangkat keras dalam menyelesaikan tugasnya.
Batasan antara perangkat keras dan perangkat lunak akan sedikit buram kalau kita berbicara mengenai firmware, karena firmware ini adalah perangkat lunak yang "dibuat" ke dalam perangkat keras. Firmware ini merupakan wilayah dari bidang ilmu komputer dan teknik komputer, yang jarang dikenal oleh pengguna umum.
Komputer pada umumnya adalah komputer pribadi, (PC) dalam bentuk desktop atau menara kotak yang terdiri dari bagian berikut:
Sebagai tambahan, perangkat keras dapat memasukan komponen luar lainnya. Di bawah ini merupakan komponen standar atau yang umum digunakan.http://id.wikipedia.org/wiki/Perangkat_keras